Perkembangan Ilmu Astronomi di Afrika Selatan

South African Astronomical Observatory.
Credit: saao.ac.za

Perkembangan astronomi di Afrika Selatan sendiri dimulai di Cape saat kunjungan seorang astronom yang sedang dalam perjalanan menuju Thailand di tahun 1685. Pada saat itu perjalanan dengan kapal membutuhkan navigasi langit yang lebih baik agar bisa menuntun sang astronom tiba di tempat tujuannya.

Untuk itu pada tahun 1820 dibangunlah Royal Observatory at the Cape of Good Hope yang sekarang dikenal sebagai South African Astronomical Observatory dengan tujuan untuk memetakan langit selatan seakurat mungkin.

Pada masa-masa itu, para astronom di Cape dikenal dalam hal pengukuran jarak bintang, penentuan bentuk bumi belahan selatan, pembuatan peta fotografi langit pertama, membuat instrumen yang akurat pada saat itu untuk penentuan posisi bintang, membuat katalog posisi dan jarak bintang yang cukup akurat untuk bintang-bintang dekat serta menjadi pionir dalam pengamatan spektroskopik bintang di langit selatan.

South African Astronomical Observatory pada siang hari. Credit: findtripinfo.com

South African Astronomical Observatory pada malam hari. Credit: findtripinfo.com

Di tahun 1869, Thomas Maclear mendapatkan penghargaan Royal Medal untuk pengukuran busur meridian di Cape of Good Hope dan di tahun 1903, David Gill juga mendapat penghargaan yang sama atas penelitiannya mengenai Matahari dan paralaks Bintang. Di era 70-an, Republic Observatory di Johannesburg dan Radcliffe Observatory di Pretoria bergabung dengan Royal Observatory membentuk South African Astronomical Observatory yang saat ini berlokasi di Sutherland.

Di masa kini, astronom memang sudah tidak lagi menghabiskan waktunya untuk memetakan langit namun pekerjaan itu bergeser pada bagaimana memahami alam semesta. Mengungkap pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana sebuah planet terbentuk, apakah lubang hitam itu ada? Bagaimana sifatnya dan pengaruhnya di alam semesta? Apa itu materi gelap? Bagaimana sifat materi ketika berada dekat dengan bintang katai putih, bintang netron dan lubang hitam? Apa hubungan supernova dan ledakan sinar gamma? Pada skala yang lebih luas lagi, pertanyaan yang muncul sering kali terkait bagaimana alam semesta terbentuk dan berevolusi?

Nah untuk menjawab semua pertanyaan itulah para astronom masa kini mencari jawabannya di antara luasnya semesta. Dan perjalanan astronomi di Afrika Selatan terus berkembang dan tak kan bisa lepas dari kerjasama internasional untuk bisa mewujudkannya.

SAAO di Cape Town memiliki teleskop reflektor dan refraktor tua 0.4 dan 0.6 meter. Sementara itu di Sutherland, teleskop-teleskop yang berdiam di sana merupakan teleskop reflektor dengan diameter cermin 1.9m, 1.4m, 1.0m, 0.75m, 0.5m dan sekarang 11 meter. Semua teleskop ini ketika dilengkapi instrumen modern justru menjadi instrumen yang sangat baik dalam mempelajari langit. Dan dalam masa kerjanya, teleskop-teleskop tersebut digunakan oleh para astronom yang berkunjung dari seluruh dunia untuk melakukan penelitian. Menarik bukan?

Pada tanggal 1 September 2005, Afrika memberi kejutan pada dunia dengan cahaya pertama aka first light dari SALT (the Southern Africa Large Telescope) yang berdiameter 11 meter dan didesain khusus untuk kebutuhan spektroskopik. Pada saat cahaya pertama, SALT berhasil mengambil citra globular cluster 47 Tucanae, open cluster NGC 6152, galaksi spiral NGC 6744, dan nebula Lagoon dengan resolusi hanya 1 detik busur. SALT kemudian diresmikan pada tanggal 10 November 2005 dan mulai saat itu ia pun bertugas untuk mengungkap rahasia alam semesta sebagai teleskop otik terbesar di bumi belahan selatan.

Dan di masa depan, bersama negara-negara seperti Argentina, Australia, Canada, China, Eropa ( Inggris, Belanda, Italia), India dan New Zealand, Afrika Selatan juga ambil bagian dalam proyek pembangunan Square Kilometer Array (SKA) yang merupakan pembangunan teleskop radio terbesar di abad 21. Bersama negara-negara tersebut, Afrika Selatan berada dalam daftar untuk menjadi rumah bagi SKA. Namun saat ini sebagai bagian dari proyek teleskop radio di negara tersebut dan mengikuti kesuksesan Hartebeesthoek Radio Astronomy Observatory di dekat Johannesburg, proyek Karoo Array Telescope (MeerKAT) pun telah dibangun di dekat Carnarvon dan Williston, Cape Utara tak jauh dari lokasi yang diajukan sebagai rumah SKA.

Source: http://wihans.wordpress.com/2010/07/04/msc-afsel-pabh/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s