Pencemaran di Kennedy Space Center

Pesawat ulang alik. Credit: howstuffworks.com

Setelah misi pesawat ulang alik NASA berakhir, ditandai dengan pendaratan Atlantis 21 Juli yang lalu, rupanya masih tersisa masalah dalam rehabilitasi lingkungan di fasilitas area peluncuran pesawat Kennedy Space Center, Florida yang telah tercemari.

Berdasarkan laporan Florida Today, setelah lima dekade digunakan sebagai area peluncuran, tanah berpasir di lintasan Kennedy Space Center terkontaminasi oleh unsur-unsur kimia. Pembersihan sisa-sisa pencemaran tersebut butuh dana sebesar US$96 juta (sekitar Rp823 miliar) dalam waktu 30 tahun mendatang, termasuk US$6 juta untuk tahun ini.
Zat pencemar terbanyak yang ditemukan pada kandungan tanah adalah trikloroetilena (trichloroethylene/TCE), yaitu zat yang dipakai untuk membersihkan mesin roket. TCE menyapu bersih kelebihan hidrokarbon, yang tertinggal tatkala proses pembakaran bahan bakar roket. Praktiknya NASA baru berhenti membuang TCE ke tanah pada pertengahan 1970.
Secara keseluruhan, diperkirakan ada 267 jenis pencemar di area peluncuran itu, tapi 141 di antaranya telah dibersihkan, dan yang lain berada di berbagai tahap penilaian atau remediasi. Terdapat pelarut, arsenik, dan nikel dalam tanah di sekitar Landasan 39B. NASA kini sedang mengembangkan cara baru dalam upaya pembersihannya.
Selain pencemaran tanah, polusi udara di area tersebut juga tinggi. Bahkan dikatakan, peluncuran pesawat ke luar angkasa berpotensi mengubah keadaan atmosfer serta memperburuk pemanasan global. (Popsci.com, Nationalgeographic.co.id)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s