Sejarah Penemuan Asteroid Vesta

Asteroid Vesta. Credit: Ben Zellner (Georgia Southern University) / Peter Thomas (Cornell University) / NASA

Pada tahun 1596, saat menentukan bentuk elips orbit planet, Johannes Kepler percaya bahwa terdapat planet diantara Mars dan Jupiter. Perhitungan matematika yang dilakukan Johann Daniel Titius dan Johann Elert Bode pada 1772 yang kemudian dikenal sebagai “Hukum Titus-Bode”, memprediksi hal yang sama. Pada Agustus 1798, sekelompok yang dikenal sebagai Celestial Police bergabung untuk mencari planet yang hilang, diantaranya terdapat astronom Jerman Heinrich Olbers. Olbers adalah astronom yang menemukan asteroid Pallas.

Seperti dikutip dari space.com, Selasa, (27/09/2011), Dalam suratnya untuk astronom lainnya, Olbers mengeluarkan teori pertama tentang asal asteroid. Dia menulis “Mungkinkah Ceres dan Pallas hanya sepasang fragmen dari sebuah planet yang besar yang terletak diatara Mars dan Jupiter?

Olbers berargumen bahwa fragmen-fragmen tersebut seperti planet yang akan berpotongan pada satu titik dan berada pada orbit yang berlawanan. Dia mengamati dua area ini pada malam hari dan pada 29 Maret 1807, ditemukanlah Vesta, dan Olbers menjadi orang pertama yang menemukan dua asteroid. Setelah beberapa malam melakukan pengukuran dan pengamatan, Olbers mengirim hasil perhitungannya kepada ahli matematika Carl Friedrich Gauss, yang menghitung orbit pallas hanya 10 jam. Dengan demikian ia diberi kehormatan untuk memberi nama asteroid tersebut dan dia memilih nama Vesta, dewi perapian, adik dari Ceres. (Adi Saputro/Astronomi.us)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s