Voyager 1 Sudah Menerobos Batas Tata Surya

Voyagor 1 berhasil menembus dan memasuki ruang antar bintang. Image credit: NASA/JPL-Caltech

Setelah mengarungi alam semesta selama 35 tahun dengan kecepatan 35.000 mil per jam, Voyager 1 sudah berhasil menembus batas tata surya dan memasuki ruang antar bintang. Jaraknya saat ini lebih dari 11 miliar mil dari Bumi.

Data yang diperoleh dari Voyager 1, didapat adanya peningkatan radiasi kosmik dan itu mengindikasikan bahwa wahana tersebut meninggalkan wilayah sebaran gelembung Matahari di tata surya dan berpetualang ke alam “liar” di alam semesta.

Voyager 1. KLIK gambar untuk memperbesar. Image credit: wikipedia.org

Berikut adalah siaran pers dari JPL (Jet Propulsion Laboratory) NASA seperti yang dikutip dari universetoday.com, Senin (18/06/2012):

Hukum fisika mengatakan bahwa suatu hari nanti, Voyager akan menjadi obyek buatan manusia pertama yang memasuki ruang antar bintang, tapi kami masih belum tahu pasti kapan hal tersebut akan menjadi kenyataan, “kata Ed Stone, Ilmuwan proyek Voyager dari California Institute of Technology di Pasadena. “Data terbaru menunjukkan bahwa Voyager jelas berada di suatu daerah baru dimana hal-hal berubah lebih cepat. Hal ini sangat menarik. Kami sedang mendekati perbatasan tata surya.”, tambahnya.

Data yang dibuat dalam 16 jam 38 menit, menunjukkan Voyager 1 berada pada jarak 11,1 miliar mil (17,8 miliar km) dari Voyager 1 ke antena penerima NASA’s Deep Space Network dan menunjukkan perubahan partikel yang diukur dengan dua telekop energi tinggi pada wahana berusia 35 tahun tersebut. Partikel energi ini dihasilkan saat bintang di kosmik kita mengalami supernova.

Dari Januari 2009 sampai Januari 2012, terjadi peningkatan yang signifikan sekitar 25 persen jumlah sinar kosmik galaksi yang dihadapi Voyager. Peningkatan spektrum energi terjadi sangat cepat, dimulai pada 7 Mei sinar kosmik telah meningkat 7 persen dalam seminggu, dan 9 persen dalam sebulan. Peningkatan ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian data yang diperlukan untuk membuat perubahan yang signifikan dalam era baru ekspolasi luar angkasa. Mengukur intensitas partikel energi yang dihasilkan dalam heliosphere, gelembung partikel bermuatan yang berasal dari Matahari juga menjadi data yang sangat diperlukan.

“Saat Voyager 1 diluncurkan pada tahun 1977, banyak anggota tim yang bermimpi untuk mencapai batas ruang antar bintang. Tidak ada yang tahu berapa lama perjalanan menuju ke sana, atau jika di sana ada 2 wahana, begitu banyak waktu dan energi yang dibutuhkan untuk mencapainya.” ucap Ed Stone, Ilmuwan proyek Voyager dari Caltech. (Adi Saputro/ astronomi.us)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s