Kenapa Ukuran Mars Lebih Kecil dari Venus dan Bumi ?

Foto planet Mars yang diabadikan oleh teleskop Hubble. Image credit: NASA

Teori-teori baru yang diungkapkan para ilmuwan untuk mengungkap misteri bagimana tata surya kita terbentuk semakin banyak dan berkembang. Termasuk teori tentang mengapa planet Mars lebih kecil daripada Venus dan Bumi. Seharusnya jika gas dan debu yang ada para piringan protoplanet yang mengorbit Matahari 4,5 miliar tahun yang lalu didistribusikan dengan lancar, maka seharusnya Mars memiliki ukuran yang hampir mirip Venus dan Bumi. Tapi kenyataannya, planet Mars memiliki ukuran lebih kecil dari kedua planet tadi. Apakah yang menyebabkan Mars lebih kecil dari yang lain?

Salah satu teori yang terkanal membahas hal ini adalah teori Grand Tack Model. Teori ini menyatakan bahwa planet Jupiter dan Saturnus bergerak menuju ke arah Matahari tak lama setelah keduanya terbentuk kemudian kembali menjauhi Matahari. Gerakan itu diyakini mampu membuat debu-debu pembentuk planet menyebar. “Terbukti dengan Jupiter merubah arahnya lebih dekat pada jarak 1,5 AU menyebabkan pertumbuhan Mars menjadi terhambat sedangkan Venus dan Bumi mendapatkan cukup material pembentuk planet.” ungkap John Chambers dari Carnegie Institution for Science dalam jurnal yang baru-baru ini ditulisnya. Sebagai informasi, 1 AU sama dengan jarak matahari dan Bumi (150 juta km).

Namun sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Andre Izidoro dari Universidade Estadual Paulista di Brazil mengungkapkan sebuah teori baru dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada bulan Februari di Jurnal Astrofisika. Dalam makalahnya, Izidoro mengungkapkan teori Partial/ Natural Gap, bahwa simulasi aliran gas saat tata surya terbentuk menunjukkan adanya daerah dengan kepadatan gas yang rendah yang secara alami ada pada piringan protoplanet pada jarak sekitar 1 sampai 3 AU dari matahari. Jika perbedaan kepadatan gas ini berlangsung lama maka bisa berpengaruh pada distrbusi planetesimal dan embrio planet yang terbentuk.

Perbedaan teori Grand Tack model dan natural Gap. Image credit: P. Huey/Science
Struktur planet Mars dan perbedaannya dengan Bumi. Image credit: space.com

Kedua teori di atas sama-sama mengandaikan bahwa Mars berada pada 1 AU dari Matahari dekat pada orbit Bumi seperti saat ini. kemudian karena interaksi gravitasi diantara keduanya menyebabkan Mars berada pada posisi orbit seperti sekarang ini yang menyebabkan planet Mars kekurangan bahan pembentuk planet yang menyebabkan pertumbuhannya terhambat.

Teori mana yang lebih akurat? tentunya masih terus dikembangkan, namun tidak menutup kemungkinan kedua teori itu bahkan tidak mendekati kenyataan sama sekali akan tetapi bentuk Mars saat ini sebagai “kecelakaan” kosmik aneh yang tidak biasa. Mars sendiri punya gunung tertinggi dan jurang terdalam di tata surya. Gunung Olympus punya tinggi 17 km dan jurang atau ngarai Valles Marineris punya kedalaman hingga 9,6 km dengan panjang sekitar 4023.36 km. (SP, Adi Saputro/ http://www.astronomi.us)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s