Venus Express Naik Lagi Setelah Terjun Ke Atmosfer Venus

Gambaran Venus Express selama manuver aerobraking, pada manuver itu,wahana ini mengorbit Venus pada ketinggian sekitar 130 km dari 18 Juni-11 Juli. Jika pesawat ruang angkasa bertahan dan bahan bakar mengijinkan, maka akan di bawa kembali pada orbit sekitar 450 km, yang memungkinkan operasi akan terus berlanjut selama beberapa bulan lagi. Namun akhirnya, wahana ini akan terjun kembali ke atmosfer Venus dan mengakhri misinya.

Venus Express naik lagi! wahana antariksa milik ESA (yang telah mengorbit planet sejak tahun 2006) baru-baru ini melakukan manuver berisiko yakni terjun ke atmosfer atas Venus dalam upaya untuk meraup beberapa data tambahan.

Pada anggal 15 Mei,Venus Express diijinkan mengorbit lebih kedalam lagi,membawa wahana ini hanya berjarak 129 km (80 mil) dari permukaan Venus. Itu lebih rendah dari ketinggian rata-rata Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengorbit bumi! (ISS mengorbit Bumi pada jarak minimum rata-rata 330 km (205 mil) dan maksimum 410 km (255 mil)).

Ini adalah pesawat buatan manusia yang terjun paling jauh di atmosfer Venus sejak dua misi Soviet Vega pada tahun 1985.

Kami telah menjelajahi wilayah yang belum dipetakan, menyelam lebih dalam ke atmosfer dibandingkan sebelumnya, kata Hakan Svedhem, proyek ilmuwan ESA Venus Express. Kami telah mengukur efek gaya hambat atmosfer pada pesawat ruang angkasa, yang akan mengajarkan kita bagaimana kepadatan atmosfer Venus.

Saat terjun ke atmosfer, Venus Express mengukur peningkatan kepadatan atmosfer yang meningkat seribu kali lipat pada ketinggian 160 sampai 130 km (100 sampai 80 mil),panel surya juga memanas lebih dari 100 derajat Celsius (212 derajat Fahrenheit).

Data yang dikumpulkan oleh Venus Express akan digunakan untuk membantu merencanakan misi eksplorasi masa depan.

‘ ‘

Advertisements