Siswa SMA Temukan Bintang Biner Gerhana Baru

Ilustrasi bintang biner gerhana

Dua siswa SMA Dallas menemukan lima bintang saat mengikuti program penelitian fisika musim panas Southern Methodist University (SMU) yang memungkinkan mereka untuk menganalisis data yang diperoleh dari teleskop bertenaga tinggi di gurun New Mexico.

Kelima bintang ini ditemukan oleh senior sekolah Dominik Fritz dan Jason Barton. Bintang yang mereka temukan berjenis bintang biner gerhana (eclipsing contact binary stars). Bintang biner ini mengorbit sangat dekat sehingga atmosfer luar mereka saling menyentuh. Sebagai bintang gerhana, mereka redup dan kemudian sangat cerah ketika salah satu dari bintang ini muncul dari belakangnya. Bintang-bintang ini dikategorikan sebagai bintang variabel, karena kecerahan mereka dapat berubah-ubah, yang membentuk setengah bintang di alam semesta.
  
Fritz dan Barton adalah peneliti SMA pertama di SMU yang menemukan bintang baru. Bintang-bintang yang ditemukan oleh siswa ini terletak di konstelasi Pegasus dan Ursa Major, tetapi mereka tidak bisa dilihat dengan mata tel**jang.

Para siswa ini menggunakan software analisis, ketekunan dan kesabaran untuk mengurai data yang dikumpulkan (tetapi tidak pernah dianalisis) pada tahun 2000 oleh Robert Kehoe, seorang profesor fisika di SMU tersebut, yang melakukan pengamatan melalui Rotse-I, teleskop di Los Alamos , New Mexico. Penemuan mereka telah diterima dalam American Association of Variable Star Observers International Variable Star Index(VSX).

Fritz dan Barton adalah salah satu dari sembilan siswa SMA dan dua guru fisika SMA melakukan penelitian fisika di SMU melalui program QuarkNet.

QuarkNet adalah program yang dikembangkan oleh guru fisika dengan 50 pusat di universitas-universitas AS dan laboratorium nasional. Didanai oleh National Science Foundation dan Departemen Energi AS, program ini memberikan guru dan siswa kesempatan untuk belajar tentang penemuan terbaru dalam fisika. Sponsor lainnya termasuk dua pusat penelitian fisika energi tinggi terkemuka di dunia CERN di Swiss dan Fermilab di Illinois.

Dengan diterimanya penemuan ini ke dalam katalog VSX bintang variabel,nama siswa ini selamanya dikaitkan dengan bintang mereka di registri resmi. Tapi bukannya menciptakan nama bintang baru, penamaan bintang ini harus mengikuti protokol yang mencakup nama teleskop dan koordinat bintang. Dominik Fritz menemukan ROTSE1 J115128.40+493130.5, ROTSE1 J120809.03+503321.7, dan ROTSE1 J232109.31+170125.6. Sementara Jason Barton menemukan ROTSE1 J223452.37+175210.5 dan ROTSE1 J223707.20+212657.9. Kedua siswa ini berencana untuk mengejar karir sains nya, Fritz di teknik nuklir dan Barton di bidang kedokteran.

‘ ‘

Advertisements