Beberapa Pemahaman yang Salah Seputar Lubang Hitam (Black Hole)

sgr_lg

Lubang hitam Sagittarius A dalam tampilan X-Ray. Image credit: NASA

Banyak orang yang mengatakan bahwa lubang hitam itu seperti lubang maut yang siap menelan apa saja yang berada didekatnya, lubang hitam bisa menelan semua obyek antariksa yang ada di dalam galaksi. Apa benar seperti itu?

Berikut adalah beberapa kesalahpamahaman seputar lubang hitam:

1. Galaksi mengorbit lubang hitam yang ada di pusat nya.

Pada sistem tata surya, planet, asteroid, dan benda antariksa lainnya mengorbit Matahari sebagai titik pusat tata surya, dan hal tersebut juga berlaku pada galaksi. Menurut banyak pemahaman, bintang-bintang, awan gas, dan lain sebagainya, mengorbit lubang hitam raksasa yang berada di pusat galaksi, ternyata ini tidak benar. Galaksi bukan sistem keplanetan layaknya tata surya karena velositi orbital bintang yang diobservasi kebanyakan memiliki radius yang independen. Tetapi kita bisa mengetahui massa lubang hitam, termasuk lubang hitam Sagittarius A yang berada di pusat galaksi Bima Sakti. Kita dapat mendefinisikan bahwa daerah yang dapat dipengaruhi oleh lubang hitam pusat hanya sekira 9,78 tahun cahaya, sangat kecil dari skala galaksi Bima Sakti yang jarak dari pusat hingga ke tepinya sekitar 50.000 tahun cahaya. Hanya sekira 100 bintang yang berada di sekitar lubang hitam dan mengorbitnya padahal Bima Sakti sendiri terdiri dari sekira 200 miliar bintang. Massa lubang hitam Sagittarius A juga sangat kecil jika dibandingkan massa bima sakti yakni hanya 1 dibanding satu juta. Jadi tidak mungkin mempengaruhi seluruh obyek di Bima Sakti.

2. Lubang Hitam Memakan Semua yang Ada Didekatnya.

Pengaruh lubeng hitam di pusat galaksi hanya sekira 9,78 tahun cahaya. Jadi kemungkinan hanya 100 bintang yang ada disekitarnya yang akan terpengaruh. Namun apakah 100 bintang tadi akan dimakan oleh lubang hitam itu?

Sama seperti Bumi yang tidak jatuh ke Matahari, gravitasi lubang hitam juga tidak akan membuat 100 bintang tadi jatuh masuk ke lubang hitam. Jaraknya yang berkisar hingga 9,78 tahun cahaya dari lubang hitam hanya akan membuat bintang-bintang tadi mengalami efek pasang surut lubang hitam (spaghettification). Sisi yang menghadap lubang hitam akan merasakan tarikan yang gravitasi yang lebih kuat dibandingkan dengan sisi yang lain. Bisa jadi pada beberapa titik, efek gravitasi akan lebih kuat daripada gravitasi pada interior bintang itu dan bintang akan mengalami gangguan pasang surut. Lubang hitam akan menarik gas yang terlepas akibat efek pasang surut tadi. Tapi apakah itu akan memakan keseluruhan bagian bintang itu?

Pada kasus lubang hitam Sagittarius A di pusat galaksi Bima Sakti, obyek yang terancam dimakan adalah obyek yang letaknya sekira 100 juta kilometer dari lubang titam. Bintang dan obyek lainnya yang ada di luar jarak itu relatif aman. Bintang terdekat yang diketahui berada di sekitar lubang hitam Sagittarius A adalah SO-2.

Lubang hitam bukanlah monster horor seperti informasi yang banyak beredar saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s