Tahukah Kamu: Mengapa Luar Angkasa Itu Hitam & Gelap? Padahal di Sana Ada Triliunan Bintang?

13951020000258_test_photoi
Citra x-ray dari ribuan lubang hitam (black hole) di konstelasi Fornax.

Pertanyaan seperti ini sudah ada sejak tahun 1823 yang dicetuskan oleh astronom asal Jerman, Heinrich Wilhelm Olbers, dan setelah itu pertanyaan ini dikenal sebagai Paradox Olbers. Dikatakan Paradox karena ada kontradiksi yakni jika di luar angkasa sana ada triliunan bintang, harusnya banyak cahaya dan luar angkasa menjadi terang, tapi kenyataannya luar angkasa tetap hitam dan gelap. Mengapa demikian?. Ada beberapa jawaban untuk pertanyaan ini.

Tahun 1920-an, Edwin Hubble menemukan fakta bahwa alam semesta itu tidak statis tapi terus mengembang. Ini akan membantu menjawab pertanyaan di atas.

Menurut teori Big Bang, dulu alam semesta ini ada pada satu titik dan akhirnya karena ledakan atau dentuman dahsyat (oleh sebab itu disebut Big Bang), menjadi tercerai-berai dan terpisah oleh jarak dan waktu.

big-bang-diagram

Karena alam semesta mengembang, gelombang cahaya yang dipancarkan Bintang perlahan-lahan meredup dan tidak bisa kita lihat karena gelombangnya yang mengecil. Namun jika kita menggunakan instrumen khusus yang bisa mendeteksi gelombang mikro, maka kita akan melihat seperti gambar di bawah ini:

wmap
Cosmic Microwave Background (CMB).

 

Alam semesta terlihat panas dan padat walaupun tetap mengembang. Karena yang tersisa hanya gelombang mikro yang tidak bisa kita lihat, menyebabkan mata kita melihat luar angkasa tetap gelap walaupun terdapat banyak Bintang.

Selain jawaban di atas, ada juga jawaban lainnya yaitu karena di luar angkasa tidak ada molekul yang dapat memantulkan cahaya, maka luar angkasa tetap gelap meskipun banyak cahaya dari Bintang-bintang. Hal yang berbeda bisa kita lihat saat memandang nebula atau galaksi dengan teleskop. Kita bisa melihat lingkungan nebula dan galaksi itu terang karena adanya molekul di nebula dan galaksi itu yang mampu memantulkan cahaya sehingga bisa kita lihat. Tentunya cahaya itu menempuh perjalanan selama sekian tahun cahaya untuk dapat sampai ke mata kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s