Tahukah Kamu: Bisakah Kita Menulis dengan Pulpen Biasa di Luar Angkasa?

004

Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa pulpen/ballpoint biasa yang banyak beredar di pasaran tidak bisa digunakan di luar angkasa karena ballpoint itu menggantungkan kinerjanya pada gravitasi Bumi untuk membuat tinta mengalir dan jatuh ke mata ballpoint untuk digunakan menulis, sehingga di ruang microgravity, ballpoint itu tidak akan bisa digunakan. Apalagi saat digunakan dengan posisi horizontal/mendatar atau menghadap ke atas/terbalik/upside down, ballpoint biasa tidak berselang lama biasanya akan macet. Dalam keadaan microgravity, tinta ballpoint berpotensi membahayakan karena bisa dengan mudah keluar dari dalam tabung ballpoint dan segudang permasalahan lainnya. Benarkah pendapat itu? Jawabannya ternyata bisa benar, tapi bisa juga tidak, tergantung dengan jenis ballpointnya.

Pendapat ilmuwan tadi dikatakan tidak sepenuhnya benar karena pada 23 Oktober 2003, astronot Spanyol, Pedro Duque, menulis catatan penerbangan dengan menggunakan ballpoint biasa yang sering digunakan di Bumi di dalam kapsul Soyuz beberapa saat sebelum merapat di ISS. hasilnya, ballpoint itu bisa bekerja dengan baik tanpa macet dan tinta juga tidak mengalir ke luar tabung ballpoint.

the_cardiocog_experiment_medium
Astronot Pedro Duque di kapsul Soyuz.

Pedro Duque sendiri sudah bekerja di dunia penerbangan antariksa selama 17 tahun, dan sebelas tahunnya sebagai astronot.

Sekilas Sejarah Penggunaan Ballpoint Pada Misi Antariksa Berawak

Dulu saat pertama kali Amerika dan Uni Soviet mengirimkan astronot pertama mereka ke luar angkasa, astronot mencatat semua data dengan menggunakan pensil karena pensil selain bisa digunakan untuk menulis secara normal, juga bisa digunakan untuk menulis dalam posisi miring, maupun terbalik.

Tapi kemudian diketahui bahwa penggunaan pensil pada penerbangan antariksa sangat berbahaya karena pensil itu bisa patah dan patahannya berpotensi melukai astronot maupun kru lainnya atau masuk ke instrumen-instrumen penting pesawat. Selain itu pensil juga termasuk bahan yang mudah terbakar pada kondisi atmosfer oksigen 100% dan grafitnya (isi pensilnya) bisa merambat listrik sehingga dianggap membahayakan komponen elektronika pesawat.

Untuk mengatasi hal itu, Paul C. Fisher melalui perusahaan miliknya, Fisher Pen Company pada tahun 1965, rela mengeluarkan dana pribadinya sebesar 1 juta dollar hanya untuk membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan space pen. Hasilnya prototipe pertama dari pensil itu diberikan kepada Dr. Robert Gilruth, Direktur dari Houston Space Center.

220px-paulc-fisher
Paul C. Fisher

Semua komponen dari ballpoint itu terbuat dari logam dan tintanya juga bukan tinta ballpoint pada umumnya karena berupa gel padat yang jika ballpoint digerakkan, tinta itu baru mencair dan bisa langsung digunakan. Selain itu didalam wadah tinta, juga diisi dengan nitrogen bertekanan untuk mencegah tercampurnya tinta dengan udara untuk menghindari proses penguapan dan oksidasi tinta. Ballpoint ini diklaim mampu bertahan pada suhu hingga 200 derajat Celcius dan tidak akan terbakar pada kondisi atmosfer oksigen 100%. Ballpoint ini diklaim memiliki beberapa keunggulan diantaranya bisa digunakan di ruang hampa, microgravity, dan suhu panas lebih dari 150 derajat Celcius dan suhu dingin hingga -120 derajat Celcius.

Sebenarnya prototipe ballpoint ini pernah mengalami kegagagalan saat diuji coba NASA, tapi kemudian Fisher berhasil menyempurnakan ballpoint itu dan lulus uji coba sehingga pada September 1965 ballpoint itu mendapatkan persetujuan Dr. Robert Gilruth untuk digunakan NASA. Ballpoint ini digunakan oleh NASA pada misi pendaratan pertama manusia ke Bulan, Apollo 11 tahun 1969. Konon katanya ballpoint ini berjasa karena pernah digunakan untuk memperbaiki kerusakan komponen di modul/kapsul Eagle yang membuat Neil Armstrong dkk bisa kembali ke Bumi.

img_8813

ag7_3-1100x619
Ballpoint Fisher AG-7 (Anti Gravity Pen)

Fisher sendiri menjual ballpoint itu kepada NASA dengan harga sekira 2-4 dolar per ballpointnnya. Ballpoint buatan Fisher ini juga dibeli oleh Uni Soviet untuk misi antariksa berawaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s