Benarkah Kita Sudah Menemukan Planet Pengganti Bumi?

510px-pia21422_-_trappist-1_planet_lineup2c_figure_1

Planet-planet pada sistem tata surya Trappist-1. Image credit: wikipedia.

Beberapa hari lalu dunia dihebohkan dengan pengumuman NASA mengenai ditemukannya tujuh Planet di luar tata surya kita atau yang disebut dengan eksoplanet yang mengorbit sebuah Bintang kerdil bernama Trappist-1. Menurut NASA, sistem tata surya Trappist-1 terletak 40 tahun cahaya dari Bumi. Dari ketujuh Planet tersebut, 6 Planet merupakan Planet solid atau padat seukuran Bumi. Dari keenam Planet solid tadi, ada tiga Planet yang layak huni karena berada pada zona goldilocks dengan temperatur yang tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas yang diperkirakan memiliki samudera. Planet layak huni tadi yaitu Planet Trappist-1e, Trappist-1f, dan Trappist-1g.

800px-pia21425_-_trappist-1_statistics_table

Karakteristik Planet-planet Pada sistem tata surya Trappist-1 dibandingkan dengan Planet-planet di tata surya kita. Image credit: wikipedia.

Penemuan itu merupakan angin segar setelah sebelumnya berita baik lainnya juga datang dalam waktu yang belum terlalu lama, yakni saat ditemukannya Planet Proxima B yang juga berada pada zona layak huni dan diduga memiliki samudera di dalamnya. Selain Proxima B, sistem Kepler juga memiliki beberapa Planet layak huni seperti Planet Kepler-442b, dan Kepler-452b. Lalu dengan penemuan Planet-planet itu, apakah kedepannya akan menggantikan peran Bumi yang saat ini menjadi rumah bagi manusia?

Jawaban itu masih terlalu dini untuk diberikan saat ini. Akan butuh waktu sangat lama untuk meneliti dan memastikan bahwa Planet-planet tersebut memang bisa dihuni manusia serta mengembangkan sistem transportasi yang paling tepat untuk menuju ke sana. Ratusan bahkan ribuan tahun riset minimal waktu yang dibutuhkan untuk membuat teknologi yang bisa mengantar manusia menuju Planet-planet tadi dengan cepat. Tidak muluk-muluk harus dengan kecepatan cahaya atau juga teknologi teleportasi seperti di film Star Trek, manusia hanya butuh kendaraan yang lebih cepat dari yang ada sekarang, didukung dengan teknologi hibernative sleep yang akan membuat manusia tertidur selama perjalanan dan sampai ke tempat tujuan tanpa mengalami masa tua, atau dalam kata lain adalah tidur yang menghentikan proses penuaan sel-sel tubuh, bahkan menghentikan metabolisme dalam jangka waktu tertentu, seperti dalam film Passengers.

Benarkah Planet yang ditemukan NASA tadi layak huni. Layak huni bagi siapa? organisme atau manusia? Itu semua masih harus dipastikan. Jangan sampai ketika sudah menuju Planet tadi ternyata tidak bisa ditempati, berapa banyak waktu habis diperjalanan:).

Secara umum suatu Planet dikatakan bisa mendukung kehidupan jika memenuhi syarat-syarat berikut ini:

1. Berada pada zona Goldilocks.

Apa itu zona goldilocks? secara sederhana zona goldilocks adalah posisi Planet berada pada posisi dimana dengan posisinya saat ini mampu mendukung keberadaan air berwujud cair yang berarti temperaturnya tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin.

2. Berada pada Posisi yang Aman di Galaksi.

Planet bisa mendukung kehidupan jika posisinya tidak terlalu dekat dengan pusat galaksi, karena di sana tingkat kepadatan Bintang sangat tinggi yang menyebabkan pancaran radiasi begitu kuat bahkan bisa berada pada taraf menghancurkan. Selain itu juga tidak berada dekat dengan lubang hitam, pulsar, dan obyek-obyek antariksa yang memiliki radiasi sangat tinggi. Radiasi tinggi akan membahayakan kehidupan.

3. Bintang di tata surya Planet tersebut harus stabil.

Bintang yang tingkat lumonitas berfluktuasi alias berubah-rubah, akan mempengaruhi kehidupan yang ada di dalam Planet, karena secara langsung akan mempengaruhi suhu. Naik turunnya suhu yang terlalu drastis akan membahayakan kehidupan.

4. Bintang harus punya jumlah materi pembentuk metal dalam jumlah besar.

Bintang yang punya banyak komponen hidrogen dan helium, berpotensi memiliki Planet dengan massa besar. Karena elemen pembentuk bintang tadi mengandung banyak elemen pembentuk metal, maka piringan protoplanet yang kelak menjadi cikal bakal terbentuknya Planet juga kaya akan metal. Jika membentuk Planet, maka Planet itu akan punya massa yang besar. Planet dengan massa besar, akan membuatnya lebih mudah terciptanya kehidupan daripada Planet bermassa rendah.

5. Planet harus planet solid atau planet padat/batuan.

6. Ukuran dan massa Planet tidak terlalu kecil.

Jika Planet terlalu kecil maka jarak jari-jari antara pusat planet dengan permukaan akan dekat menyebabkan Planet ini lebih cepat mati karena intinya cepat mendingin, menyebabkan gaya gravitasi dan medan magnet berkurang. Padahal medan magnet tadi akan menjadi pelindung atmosfer Planet dari terpaan angin surya. Angin surya akan mengionisasi partikel-patikel di atmosfer membuatnya hilang dan menipis, akibatnya atmosfer bisa tipis dan hilang.

7. Orbit planet tidak terlalu elips.

Jika orbit Planet terlalu elips, maka akan menyebabkan besarnya perbedaan jarak terdekat dengan jarak terjauh Planet terhadap Bintang, menyebabkan perbedaan suhu yang sangat ekstrim. Mungkin makhluk hidup akan beradaptasi, tapi itu tidak baik khususnya untuk komponen pendukung kehidupan seperti air. Saat berada pada jarak terjauh air akan membeku, dan pada jarak terdekat akan sangat panas bahkan bisa menguap, tidak begitu baik untuk manusia.

8. Sumbu rotasi Planet tidak terlalu tegak dan juga tidak terlalu miring.

Jika sumbu rotasi Planet terlalu tegak atau hanya memiliki kemiringan sumbu rotasi yang kecil maka peluang terjadinya perbedaan musim sangat kecil, dan itu tidak baik untuk kehidupan karena panas bintang hanya diterima pada sedikit bagian saja, akibatnya daerah lain yang lebih luas menjadi lebih dingin.

Jika kemiringan sumbu rotasi Planet terlalu miring, maka daerah kutub akan menjadi lebih hangat dan perubahan musim tidak begitu dirasakan.

10. Kecepatan rotasi Planet.

Kecepatan rotasi Planet harus cukup cepat agar inti Planet tetap mampu menghasilkan medan magnet untuk melindungi atmosfer dari paparan angin surya. Angin surya yang menghantam atmosfer akan menyebabkan atmosfer menjadi tipis dan hilang..

11.Planet harus punya komponen geokimia yang cukup.

Ketersediaan komponen Geochemistry yang cukup akan membuat kehidupan bisa tercipta dan berlangsung dengan baik. Beberapa komponen geochemistry tersebut seperti karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.

12. Memiliki microenvironment.

Planet layak huni harus memiliki tempat agar kehidupan bisa terbentuk. Bisa saja keadaan di permukaan Planet tersebut kurang mendukung, namun kehidupan justru ada di lubang-lubang atau di dalam gua Planet itu karena umumnya mutasi, seleksi alam, dan eveolusi genetik terjadi di tempat-tempat aneh tersebut. bahkan beberapa organisme Bumi yang bisa hidup di tempat tertentu yang sepertinya sulit untuk bisa mendukung kehidupan.

Jalan menemukan planet serupa Bumi yang benar-benar bisa ditinggali manusia masih membutuhkan waktu yang sangat panjang. Mungkin tidak di masa kita, anak , atau juga cucu kita. Tapi di masa yang lebih jauh lagi di depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s