Pergi Menjelajahi Sistem Tata Surya Trappist-1

Seminggu yang lalu dunia dikejutkan dengan ditemukannya banyak Planet mirip Bumi di sistem tata surya Trappist-1, tapi sedikit yang mengulik lebih dalam tentang bagaimana sebenarnya sistem tata surya ini, bahkan jika dibanding tata surya kita. Yuk kita mempelajarinya lebih jauh lagi.

800px-artiste28099s_impression_of_the_trappist-1_planetary_system

Ilustrasi Planet-planet di sistem tata surya Trappist-1 dan Bintangnya. Image credit: eso.

Sistem tata surya Trappist-1 terletak sekira 39 sd 40 tahun cahaya dari Matahari kita di konstelasi Aquarius. Bintang yang menjadi pusat dari galaksi ini yakni sebuah Bintang kerdil bernama TRAPPIST-1 yang juga dikenal dengan nama 2MASS J23062928-0502285 yang merupakan Bintang baru berumur 500 juta tahun dan masih dalam tahap pertumbuhan.

Sejarah Penemuan Bintang Trappist-1

Bintang Trappist-1 pertama kali ditemukan pada tahun 1999 pada saat kegiatan 2MASS (Two Micron All-Sky Survey) yang dilakukan dalam rentang waktu 1997 sampai 2001 dengan tujuan yang sangat ambisius yaitu mensurvei seluruh langit dalam spektrum inframerah. Hasilnya adalah sebuah katalog yang berisikan 300 juta obyek antariksa termasuk Planet minor, tata surya, Bintang katai coklat, Bintang bermassa rendah, Nebula, dan Galaksi. Setelah itu kemudian ditambahkan lagi 1 juta obyek yang dimasukkan dalam 2MASS Extended Source Catalog. Setiap obyek dalam katalog itu diberikan awalan 2MASS, sehingga Bintang Trappist-1 juga memiliki nama lain 2MASS J23062928-0502285.

Bintang Trappist-1 merupakan Bintang kerdil yang berumur sangat muda sekira 500 juta tahun dan ukurannya sedikit lebih besar dari Jupiter. Suhu permukaannya hanya sekira 2277 °C, masih kalah jauh dibandingkan suhu permukaan Matahari yang sekira 5505 °C. Bintang Trappist-1 juga sangat redup jika dibandingkan dengan Matahari kita, perbandingan kecerahan cahayanya adalah 1:2000. Bisa dibayangkan betapa redupnya. Jika dibandingkan dengan Matahari kita yang berumur 4,6 miliar tahun, maka Bintang Trappist-1 bisa dikatakan bayi Bintang. Mengapa demikian?. Karena umurnya sangat muda. Bahkan jika Matahari kita padam 5 miliar tahun lagi, Bintang Trappist-1 masih tetap eksis :).

Awal Penemuan Planet

Pada tahun 2015, astronom yang dipimpin oleh Michael Gillon mendeteksi keberadaan tiga Planet seukuran Bumi mengorbit sebuah Bintang dengan menggunakan metode transit photometry yakni dengan mendeteksi keberadaan Planet dengan mendeteksi bayangannya saat ia melintasi Bintangnya. Penemuan ini dilakukan menggunakan teleskop TRAPPIST (Transiting Planets and Planetesimals Small Telescope) di La Silla Observatory, Chile. Selang beberapa waktu kemudian astronom menggunakan teleskop Spitzer dan VLT (Very Large Telescope), hasilnya ditemukan empat Planet lainnya yang mengorbit Bintang yang sama, sehingga menambah jumlah Planet yang ditemukan menjadi tujuh.

Karakteristik Planet

Tujuh Planet yang mengorbit Bintang Trappist-1 kesemuanya merupakan Planet padat atau terrestrial. Hal itu bisa dipastikan karena ukurannya yang tidak terlalu besar.

510px-pia21422_-_trappist-1_planet_lineup2c_figure_1

Planet-planet di sistem tata surya Trappist-1. Image credit: NASA.

Jarak dari Planet terdekat dengan Bintang Trappist-1 lebih dekat dari jarak Matahari ke Merkurius. Jarak Planet Trappist-1b dengan Bintangnya hanya sekira 1.645.576.6 KM atau 0,011 AU (1 AU= Jarak Matahari ke Bumi= 150 juta KM) sehingga untuk sekali mengorbit Bintangnya hanya membutuhkan waktu sekira 1,21 hari saja, sangat cepat sekali. Begitu pula dengan Planet-planet lainnya. Planet-planet lainnya juga tidak jauh berbeda, menyelesaikan sekali mengorbit Bintangnya hanya dalam waktu antara 2,42 hari hingga yang terlama (Trappist-1h) sekira 20 hari. Bandingkan dengan Bumi yang untuk sekali mengorbit Matahari membutuhkan waktu 365 hari :).

Planet terjauh, Trappist-1h berjarak sekira 8.975.872 KM dari Bintangnya dan ini masih lebih dekat dari Jarak Matahari ke Merkurius yang mencapai 57.894.376 KM. Ini sekaligus menggambarkan bahwa betapa padatnya sistem tata surya ini, karena dalam jarak yang hanya 8.975.872 bisa terdapat tujuh Planet. Dibandingkan tata surya kita yang terdiri dari 8 Planet dengan Planet terjauh, Neptunus, berjarak sekira 4.5 miliar KM dari Matahari. Tata surya Trappist-1 bisa diibaratkan miniatur tata surya kita.

Yang lebih mengejutkan adalah jarak antar Planet yang sangat berdekatan. Sebagai gambaran adalah jika Trappist-1f dan Trappist-1g berpapasan dan berada pada jarak terdekat, maka jaraknya hanya sekira jarak Bumi dengan Bulan. Jarak Bumi dengan Bulan sekira 384.400 KM.

trappist-1f_ssc2017-01c_rsz-1600x900

Ilustrasi permukaan Planet Trappist-1f. Image credit: NASA.

Karena jaraknya yang terlalu dekat dengan Bintang Trappist-1, menyebabkan Planet-planet yang mengorbitnya terkena efek pasang-surut atau tidally locked sehingga Planet itu terkunci dan tidak berotasi sehingga hanya salah satu bagiannya saja yang menghadap Bintangnya. Tapi apa jika demikian , maka Planet -planet itu tidak bisa mendukung kehidupan? Beberapa ilmuwan memiliki pendapat yang berbeda dalam hal ini. Ada yang berpendapat bahwa planet yang terkena tidally locked tidak bisa mendukung kehidupan, sebab satu sisi yang menghadap Bintang akan sangat panas, sedangkan yang tidak menghadap Bintang akan sangat dingin. Namun menurut ilmuwan lainnya, atmosfer dari Planet akan mampu mengurangi panas dari Bintang.

Ketujuh Planet memiliki ukuran dan massa yang hampir mirip dengan Bumi. Yang paling kecil adalah Planet Trappist-1h, dan yang terbesar adalah Trappist-1g . Planet yang ukurannya benar-benar hampir mirip Bumi yaitu Planet Trappist-1f, namun massanya jauh lebih kecil. Selengkapnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

800px-pia21425_-_trappist-1_statistics_table

Karakteristik Planet-planet Pada sistem tata surya Trappist-1 dan tata surya kita. Image credit: NASA.

Planet Trappist-e, f, dan g terletak di zona Goldilocks yakni zona atau wilayah orbit yang memungkinkan air berwujud cair bisa bertahan. Planet yang berada pada zona ini sangat mungkin untuk memiliki kehidupan dan layak huni. Karena terkena efek tidally locked, kemungkinan di bagian belakang Planet Trappist-1e dan f yang tidak terkena cahaya Bintangnya, akan memiliki lapisan es yang sangat besar.

Planet Trappist-1g secara ukuran merupakan Planet terbesar dari Planet-planet lainnya di tata surya itu sekaligus menjadi pemilik gravitasi terbesar. Planet itu diselimuti oleh awan tebal menyerupai Neptunus tapi tetap merupakan Planet Solid atau terrestrial. Sedangkan Planet terjauh, Trappist-1h diperkirakan mirip dengan salah satu Bulan Saturnus, Europa namun penuh lapisan es di permukaannya.

Ayo Terbang ke Sistem tata Surya Trappis-1

Sudah siap pergi ke sistem tata surya Trappist-1?. Yakin? Mau naik apa?. Untuk menuju ke sistem tata surya itu dengan kecepatan cahaya butuh waktu sekira 39 sd 40 tahun. Artinya dengan kecepatan cahaya di ruang hampa yang berkisar 300.000 km per detik, butuh waktu 39 sampai 40 tahun untuk menuju sistem tata surya Trappist-1. Tapi apa ada kendaraan yang bisa bergerak secepat itu? sayangnya sampai sekarang belum ada.

Sebagai gambaran, jika kita naik pesawat ulang alik NASA yang kecepatan maksimalnya mencapai 28.160 KM per jam, dibutuhkan waktu 1,5 juta tahun untuk menuju Trappist-1.OMG

Waktu sangat lama juga ditempuh wahana-wahana NASA lainnya jika menuju ke Trappist-1. Wahana Voyager 1 bergerak dengan kecepatan 61.477 KM per jam, membutuhkan waktu 685 ribu tahun untuk menuju Trappist-1.OMG.

Wahana tercepat buatan manusia yakni Juno yang dikirim ke orbit Jupiter. Juno yang merupakan wahana tak berawak bergerak dengan kecepatan 265,000 km per jam yang berarti untuk menuju Trappist-1 butuh waktu sekira 159 ribu tahun. OMG.

Sepertinya mengirim manusia ke sistem tata surya Trappist-1 untuk saat ini masih belum memungkinkan, setidaknya selama kita masih hidup hal itu tidak akan terjadi :(.

Advertisements

2 responses to “Pergi Menjelajahi Sistem Tata Surya Trappist-1

  1. Kalo untuk menjelajahi trappist 1 mungkin kalo pesawat nanocraft sdAh berhasil dibuat..Yg skrng mch prototipe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s