Mengirim Kamera ke Lubang Hitam dan Memotretnya Dari Dalam, Bisakah?

blackhole-lead
Ilustrasi lubang hitam.

Lubang hitam (Black Hole) berperan mirip Hiu di lautan, ia hampir memakan apapun yang ada di sekitarnya. Umur yang hampir tak terbatas, membuat lubang hitam dikenal sebagai obyek abadi di alam semesta. Lengkap sudah julukan lubang hitam yakni “monster” yang abadi.

Tapi itu justru membuat kita penasaran, apa yang ada di dalam lubang hitam itu?? Dunia lainkah??? Tidak ada yang tahu. Yang bisa dijelaskan saat ini mengenai apa dan seperti apa di dalam lubang hitam masih hanya sebatas dugaan, perkiraan, dan asumsi, tidak lebih. Namun dugaan-dugaan tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah.

Kita tidak bisa melihat apa yang ada di dalam lubang hitam atau apa yang ada dibaliknya, karena kita ada di luar lubang hitam, dan jaraknya juga sangat jauh dari kita. Lubang hitam terdekat dengan tata surya kita berjarak sekira 2000 tahun cahaya.

Kata Stephen Hawking, untuk mengetahui apa yang ada di dalam dan di balik lubang hitam itu, tidak ada cara lain kecuali masuk langsung ke dalamnya. Namun sayang, begitu kita masuk, kita tidak bisa keluar untuk mengabarkan pada rekan kita mengenai apa saja yang ada di dalamnya. Bagaimana kalau kita mengirim wahana atau robot berkamera untuk masuk ke dalam lubang hitam itu? Bisakah?? Hasilnya mungkin akan sama saja seperti jika kita masuk langsung ke dalamnya. Robot berkamera tidak bisa mengirimkan sinyal keluar dari lubang hitam itu. Kata Stephen Hawking lagi, lubang hitam itu akan menumpuk semua yang dimakannya ke dalam satu titik pusat, dan semakin besar massa materi di dalamnya, lubang hitam juga semakin besar. Kita tidak bisa bisa melihat batas tepi dari lubang hitam, karena memang semuanya gelap, tak terlihat dengan kasat mata. Jika kita melihat sebuah obyek masuk dalam lubang hitam, maka yang akan kita lihat adalah obyek itu hanya menjauh, menjauh, redup, gelap, kemudian menghilang selamanya. Kata beliau lagi, jika memilih masuk ke dalam lubang hitam, pilihlah lubang hitam yang berukuran raksasa, karena kita akan langsung masuk tanpa rasa sakit akibat tarikan gravitasinya yang super besar. Jika kita masuk ke dalam lubang hitam yang ukurannya hanya beberapa kali massa Matahari, maka akan terasa sangat menyakitkan. Jika kaki kita dulu yang masuk, maka seolah-olah tubuh kita akan tertarik molor seperti mie hingga yang terakhir kepala kita, itu juga kalau kepala dan bagian tubuh yang lain masih menyatu karena tarikan gravitasinya yang tidak sehebat lubang hitam raksasa.

Berdasarkan beberapa teori, terutama yang dikemukakan oleh Stephen Hawking, kemungkinan jika sesuatu sudah masuk ke dalam lubang hitam, hampir mustahil untuk bisa keluar. Tapi kemungkinan akan terus masuk dan tembus hingga alam semesta lainnya. Menurutnya, lubang hitam bukanlah suatu “Penjara abadi” akan tetapi ada pintu ke luar di dalam sana. Seperti apa? Tidak ada yang tahu, setidaknya untuk saat ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s