Berapa Berat Awan ?

Terbang melayang di atas luasnya langit biru, kadang bayangannya mampu menutupi kita dari teriknya sinar Matahari, itulah awan…

Setahu kita, dari awanlah hujan turun membasahi tanah sehingga mampu memberikan kehidupan pada Bumi. Tapi tahukah kita, berapa berat awan dan kenapa awan itu bisa melayang di atas langit sana tanpa jatuh langsung ke Bumi…??

Proses Terbentuknya Awan

Terbentuknya awan secara umum diawali dari penguapan air laut, sungai, danau, waduk, dan sumber air lainnya oleh sinar Matahari. Karena udara basah hangat yang mengandung uap air kepadatannya lebih rendah daripada udara dingin disekitarnya, uap air tadi terdorong ke atas. Saat sudah sampai di atas terjadi penurunan suhu dan tekanan, akibatnya uap air tadi terkondensasi dan berubah menjadi embun dan karena kelembapan yang cukup maka akan membentuk awan. Awan yang terbentuk dengan cara ini seperti awan cumulus, cumulonimbus, mammatus, dan stratocumulus.

Awan yang sering terbentuk di daerah pegunungan seperti awan Lenticular dan Stratus, terbentuk saat udara pembawa uap air bertiup ke sisi pegunungan atau medan lainnya dan didorong naik ke atas. Udara yang mengandung uap air mendingin saat naik, dan prosesnya sama seperti di atas tadi dan akhirnya awan terbentuk. Jenis awan lainnya, seperti awan Cumulus, terbentuk di atas pegunungan juga saat udara didekat permukaan tanah menghangat akibat sinar Matahari dan naik di dorong oleh angin kering dari sisi gunung lainnya.

Terbentuknya awan juga bisa terjadi saat udara yang mengandung uap air berhembus dari tempat yang bertekanan tinggi ke daerah yang tekanan udaranya lebih rendah. Jika sudah begitu, tidak ada tempat lain bagi udara itu untuk pergi kecuali ke atas. Akibatnya sampai di ats juga membentuk awan.

how-a-cloud-is-formed-from-condensation
Air menguap akibat terpanaskan oleh sinar Matahari.
coldfront
Proses terbentuknya awan, udara hangat berisi uap air, terdorong ke atas oleh udara dingin.

Nah jika kita sudah tahu proses terbentuknya awan, lantas kira-kira berapa ya berat awan?? Ada yang sudah pernah nimbang..heheheh

Tidak perlu pakai timbangan, ilmuwan saja bisa mengetahui berat Bumi tanpa harus menimbangnya 🙂

Contoh kasus adalah awan Cumulus, yang bentuknya seperti pada foto berikut ini:

cumulus
Awan Cumulus, salah satu awan yang umum menjadi penyebab hujan.

Menurut peneliti, awan jenis ini punya kepadatan ½ gram per meter kubik dan biasanya awan Cumulus setiap gumpalannya punya panjang 1 km dan tinggi juga 1 km. Kita anggap lebarnya juga 1 km untuk mempermudah penghitungan.

Berapa berat awan Cumulus berukuran 1 km X 1 km X 1 Km..??? Jawabannya adalah 500 ribu kg atau 500 ton air…OMG…

Dengan berat 500 ton, awan Cumulus masih bisa melayang di atas sana, apa penyebabnya?

Awan kan terdiri dari partikel-partikel kecil air (embun) dan partikel es yang tersebar dalam jangkauan ratusan meter dalam kerapatan yang tidak terlalu rapat. Partikel-partikel itu berkumpul dalam rentang beratus-ratus meter bahkan hingga berkilometer jauhnya, dengan jangkauan yang seperti itu partikel-partikel kecil tadi melayang karena selain bentuknya yang sangat kecil, beratnya ringan, kerapatannya kecil, besar partikel air yang menjadi di awan itu besarnya hanya beberapa mikron saja, sedangkan kristal esnya juga hanya beberapa puluh mikron saja, sehingga dengan berat seperti itu masih mampu ditopang oleh aliran udara di bawah awan sehingga tidak jatuh. Mirip seperti debu yang terbang di udara, dia akan tetap melayang meskipun tidak ada angin besar berhembus karena ukurannya sangat kecil. Kenapa bakteri dan virus bisa menular lewat udara padahal jumlahnya juga banyak ya karena ukurannya sangat-sangat kecil, gravitasi hanya berpengaruh sangat-sangat kecil untuk membuatnya jatuh.

cloud-drop-sizes
Besaran partikel air dari saat di atas awan sampai mulai jatuh menjadi hujan.

Bagaimana akhirnya sampai hujan bisa turun?

fig1_hygroscopicseeding_lg
Proses mulai terbentuknya awan sampai jatuh menjadi hujan.

Pertikel embun tadi lama kelamaan akan membesar menjadi tetesan air air yang rata rata saat jatuh dari awan besarnya sekira 2 milimeter dimana saat itu sudah cukup terpengaruh oleh gravitasi Bumi dan akhirnya hujan turun dan membawa kehidupan pada makhluk-makhluk yang hidup di bawahnya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s