Apa Jadinya Kalau Bom Nuklir Diledakkan di Bulan?

Bulan, teman setia Bumi mengorbit Matahari selama miliaran tahun merupakan satu-satunya obyek paling terang di langit malam yang bisa kita lihat dengan mata telanjang. Tapi ketika manusia merasa sudah hebat hingga meluncurkan bom nuklir ke permukaan Bulan, apa yang akan terjadi??

a119intro
Ilustrasi

Dulu kala sekitar tahun 1950-an saat Bumi masih terjadi perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, Angkatan Udara Amerika pernah berniat menguji coba senjata bom nuklirnya untuk ditembakkan ke Bulan untuk melihat seberapa besar efek kehancurannya. Misi itu bernama “Project A119”.

Menurut ilmuwan yang memimpin misi itu, Leonard Reiffel, jika bom diledakkan di permukaan datar bukan di dalam kawah Bulan, maka akan menghasilkan kilauan cahaya yang bisa dilihat dari Bumi. Dengan efek sebesar itu maka akan membangkitkan moral personel angkatan bersenjata dan rakyat Amerika yang saat itu sedang perang dingin dengan Uni Soviet yang kala itu juga sedang mengembangkan bom nuklir untuk menunjukkan bahwa negara mereka memang mampu dan sanggup mengalahkan Uni Soviet dengan bom nuklirnya yang dahsyat.

reiffel
Leonard Reiffel

Rencana selama 45 tahun tidak diungkap ke publik alias rahasia. barulah pada tahun 2000, ilmuwan NASA Leonard Reiffel yang menjadi pimpinan misi itu mengungkapkannya kepada publik. Ternyata eh ternyata ilmuwan dan astronom Gerard Kuiper dan Carl Sagan pun masuk dalam tim ilmuwan itu. Carl Sagan yang waktu itu masih berusia muda ditugaskan untuk melakukan prediksi tentang apa yang akan terjadi atau dampak apa yang bisa muncul seandainya misi menembakkan bom nuklir ke Bulan jadi dilaksanakan.

Rumor…

Ternyata sebelum Amerika Serikat punya rencana mengebom Bulan dengan bom nuklir, Uni Soviet dirumorkan lebih dulu memiliki rencana serupa, hal itu disampaikan melalui surat kabar nasional Amerika yang terbit tahun 1957. Menurut laporan koran itu, Uni Soviet berencana mengebom Bulan dengan bom nuklir saat memperingati ulang tahun revolusi mereka yang kebetulan bertepatan dengan gerhana Bulan. Rencananya, Uni Soviet akan melakukannya di perbatasan sisi terang Bulan dan sisi gelapnya. Konon Amerika juga menargetkan daerah yang sama dengan risiko bahwa jika terjadi suatu kesalahan teknis, bisa saja misil bom nuklir itu justru kembali mengarah ke Bumi, bisa jadi senjata makan tuan namanya :):)

800px-computerhotline_-_lune_28by29_28529
Di dekat batas terang dan gelap Bulan inilah bom nuklir akan diledakkan.
170px-carl_sagan_planetary_society
Carl Sagan

Tim ilmuwan yang berjumlah sepuluh orang termasuk Leonard Reiffel, Gerard Kuiper dan Carl Sagan, menganalisa semua kemungkinan yang terjadi seperti efek keterlihatan ledakannya dari Bumi, manfaatnya bagi ilmu pengetahuan, dan implikasinya terhadap Bulan itu sendiri, semua diperhitungkan, baik dari sisi teknis maupun perhitungan matematis, semua harus tepat agar meminimalisir hal-hal yang tidak diharapkan.

Awalnya ilmuwan menyarankan untuk menggunakan bom hidrogen atau bom nuklir. Namun karena keterbatasan daya roket pada saat itu, pihak angkatan udara Amerika memilih untuk menggunakan bom nuklir yang lebih kecil yakni yang berdaya ledak 1,7 kiloton TNT bernama W25. Sebagai perbandingan, bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, berdaya ledak 15 dan 20 kiloton TNT. Rencananya bom W25 akan ditembakkan menuju ke sisi gelap Bulan, dekat perbatasan terang gelap (siang dan malam Bulan) harapannya bom itu akan menghasilkan ledakan yang mampu membawa debu-debu Bulan berterbangan dan saat terkena sinar Matahari debu akibat efek ledakannya akan terlihat dari Bumi.

Misi itupun akhirnya tidak terlaksana dan dibatalkan pada Januari 1959, karena ketakutan akan kecaman publik dan risiko kesalahan yang bisa saja terjadi. Hal lainnya adalah bisa saja hal itu berbahaya khususnya dengan rencana misi Apollo NASA ke Bulan efek ledakan itu bisa meningkatkan efek radiasi Bulan hingga pada level yang sangat berbahaya yang tidak diketahui besarnya, itu bisa mengancam astronot yang ditugaskan ke Bulan nantinya, terlebih jika ingin membangun koloni manusia di sana.

Efek ledakan bom nuklir terhadap Bulan…

Hal yang menarik adalah saat ilmuwan leonard Reiffel diwawancarai oleh salah satu stasiun TV terbesar di Amerika Serikat,  CNN, dengan pertanyaan: Mungkinkah meledakkan bom nuklir di Bulan bisa menyebabkan Bulan terlempar ke luar dari orbitnya saat ini?? Leonard Reiffel menjawab bahwa saat ini kita tidak mempunyai senjata dengan kekuatan powerfull untuk bahkan hanya mengubah posisi orbit Bulan saat ini. Menurutnya dibutuhkan kekuatan sebesar 10 triliun megaton bom TNT untuk menggeser atau membuat Bulan keluar dari orbitnya. Untuk membuat kerusakan lebih parah, dibutuhkan 10 billion megaton bom TNT.

700_c45ef37ae39dde45352622658212a0b2
Ilustrasi

Bom nuklir terkuat yang pernah dimiliki dan diuji coba Amerika Serikat, Castle Bravo, sebelum diuji coba diperkirakan daya ledaknya setara dengan 8 juta ton TNT, namun setelah dicoba diledakkan pada Februari 1954, daya ledaknya mencapai 15 juta ton TNT, hampir dua kali lipatnya. Benar-benar dahsyat, namun tidak cukup besar untuk bisa membuat Bumi berguncang 🙂

800px-castle_bravo_blast
Efek ledakan bom nuklir castle Bravo, membentuk seperti kepala jamur dengan ketinggian hingga 30 km.
bkyiwqpnme88tbr1tda2
Ledakan Castle Bravo masih kalah dengan Tsar Bomba milik Uni Soviet.
tsar_photo11-crop-promo-mediumlarge
Ledakan Tsar Bomba pada 30 Oktober 1961 dipotret dari jarak 161 km. Terlihat membentuk kepala jamur dengan ketinggian hingga 56 km. Tsar Bomba berkekuatan 50 megaton TNT.

Adanya perjanjian Partial Nuclear Test Ban Treaty tahun 1963 dan Outer Space Treaty tahun 1967, membuat ide percobaan menembakkan senjata pemusnah masal seperti nuklir ke Bulan menjadi suatu hal yang sangat dilarang. Setelah itu, negara besar pemilik nuklir seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet melakukan ujicoba nuklir di beberapa tempat yang menurut mereka relatif aman Seperti di Samudera Pasifik dan sebagainya, walaupun tetap saja berbahaya karena menimbulkan radiasi, baik itu di tanah, air, maupun udaranya, bisa menyebabkan kanker dan kecacatan pada bayi dalam kandungan.

59ac56321b000014005b452f
Tes ledakan bom nuklir berkekuatan 914 kiloton TNT oleh Perancis pada 3 Juli 1970 di pulau karang bernama Fangataufa di Samudera Pasifik.

Tambahan informasi:

Bom atom beda dengan bom nuklir. Bom atom sering disebut dengan bom fisi, karena bekerja dengan cara membelah inti atom. Saat neutron yang merupakan partikel netral dalam nukleus atom terbelah, maka akan menabrak anti atom lain yang ada didekatnya sehingga menghasilkan reaksi berantai yang dilepaskan sebagai ledakan super dahsyat. Bom atom seperti yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki setara dengan 15 dan 20 kiloton TNT.

Pada bom atom, sebagian besar plutonium atau uranium tidak terpakai namun pada bom nuklir, kedua unsur tersebut diikutkan sehingga menghasilkan efek ledakan yang lebih hebat lagi.

Pada bom nuklir, plutonium-239 diberikan tekanan yang luar biasa hingga membelah. Didalam plutonium-239 terdapat terdapat gas hidrogen, akibat tekanan tinggi tadi, gas hidrogen dilepaskan saling menyatu kemudian membuat neutron terlepas dan memberikan efek berantai dengan ikut terlepasnya plutonium-239 lainnya sehingga menimbulkan efek ledakan yang lebih besar dari bom atom.


Gunakan nuklir untuk kebaikan dan jangan gunakan untuk kerusakan – quote dari saya 🙂 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s